Bupati Koltim Launching Penyaluran Bantuan CPP

Bupati Koltim Launching Penyaluran Bantuan CPP

20 September 2023 | Admin | | 642 Kali Dilihat | 0 Komentar
Bupati Koltim Launching Penyaluran Bantuan CPP
 
Bupati Koltim Abd Azis SH MH, melaunching penyaluran bahan pangan Cadangan Pangan p
pemerintah (CPP) beras tahap II di Koltim Tahun 2023.
 
Kegiatan ini, berlangsung di Gudang Bulog Koltim Desa Tawainalu Kecamatan Tirawuta, Rabu (20/9/2023).
Kegiatan ini sebut bupati, dalam rangka antisipasi, mitigasi, dan pelaksanaan penanggulangan kekurangan pangan, yang dapat berdampak pada terjadinya krisis pangan dan gizi, pengendalian inflasi, serta melindungi produsen dan konsumen dari dampak fluktuasi harga
 
Penyaluran CPP lanjutnya, untuk pemberian bantuan pangan tahap pertama telah selesai dilaksanakan. Sehingga perlu dilaksanakan penyaluran cadangan pangan pemerintah untuk pemberian bantuan pangan tahap kedua agar berkesinambungan.
 
"Dikesempatan ini saya menyampaikan apresiasi kepada Perum Bulog, atas penyelengaraan pelepasan penyaluran bantuan beras cadangan pangan pemerintah. Penyaluran bantuan beras ini, merupakan wujud kepedulian dan perhatian pemerintah kepada masyarakat dengan tujuan mengurangi beban pengeluaran bagi penerima bantuan. Untuk kelancaran penyaluran bantuan, saya menghimbau kepada seluruh opd terkait, forkopinda, para camat, lurah dan kepala desa bersama seluruh jajarannya di tingkat bawah, untuk mengambil langkah taktis agar bantuan secepat mungkin diketahui dan tiba sampai ke keluarga penerima manfaat sesuai target yang telah ditentukan," harapnya.
 
Disebutkan bupati, jumlah beras yang akan disalurkan ini, sebanyak 126,24 ton yang akan diserahkan secara bertahap kepada 12.624 KK yang tersebar di seluruh kecamatan se-Koltim. Untuk Kecamatan Tirawuta misalnya, jumlah bantuan beras yang disalurkan sebesar 19,12 ton untuk 1.920 KK.
 
Setiap KK lanjutnya, akan menerima 10 Kg beras setiap bulan selama 3 kali berturut-turut. Untuk bulan ini, penyaluran dilaksanakan mulai hari ini tanggal 20-25 Setember 2023. Sehingga diharapkan bantuan beras gratis tersebut dapat membantu meredam kesulitan masyarakat terhadap lonjakan harga beras yang sampai hari ini masih tinggi.
 
"Saya tegaskan kepada masyarakat bahwa, bantuan beras yang disalurkan melalui Perum Bulog ini berkualitas bagus. Hal ini telah melalui proses pengecekan kualitas beras di gudang bulog sebelumnya. Sekali lagi, saya sampaikan mari kita bersama-sama mengawal kegiatan penyaluran bantuan beras ini dengan sebaik-baiknya, semoga penyaluran bantuan beras melalui Perum Bulog Kolaka dan JP Logistik, dapat berjalan lancar dan sesuai dengan target penyalurannya. Kepada OPD yang terkait khususnya Dinas Ketahanan Pangan, untuk membantu monitoring penyaluran bantuan beras ini hingga selesai," tutupnya.
 
Sedang Kadis Pangan Koltim Dr Ir Idarwaty MM dalam laporannya menyampaikan, jika CPP tahap II ini, seharusnya bisa mendapatkan daging ayam sebanyak 1 kg dan 10 butir telur per PKM. Tetapi dengan inflasi ini, pihaknya meminta kepada pemerintah pusat untuk dilanjutkan saja dulu bantuan beras. Sehingga diganti dengan beras.
 
"Kita baru-baru ini melaksanakan operasi pasar. Dimana hharga beras di pasar sudah mencapai 12.000 s.d 13 000 rupiah per kg, dan sudah melampau het, yang tentunya sangat berat bagi masyarakat kita khususnya tingkat ekonomi menengah kebawah. Perlu kami laporkan bahwa, penyaluran CPP tahap pertama, telah dilaksanakan mulai dari bulan April sampai Mei, sebanyak 130 ton atau 13.000 PKM, dan pada tahap kedua ini, kita diberikan melalui pagu sementara sebesar 126.240 ton atau 12.624 PKM. Pagu sementara ini berdasarkan hasil zoom bersama dengan KPK dan Menteri Sosial, ada data yang harus di benahi karena banyaknya permasalahan terutama PKM yang seharusnya tidak lagi memdapatkan bantuan beras dan dana PKH.
 
Sehingga sampai dengan 30 Sepetember ini, data-data ini harus dikirim sesuai dengan persyaratan-persyaratan yg telah di tetapkan oleh Kementrian Sosial. Olehnya itu, kami sudah koordinasi dengan Dinas Sosial kabupaten untuk turun bersama dengan tenaga PKH memverifikasi ulang kembali data-data, karena didapatkan ada ASN, pensiunan dan masyarakt yg sudah mampu tapi masih mendapatkan bantuan dan data ini sangat penting untuk kelanjutan bantuan berikutnya," bebernya.
 
Disebutkannya, Badan Pangan Nasional yang baru terbentuk dua tahun ini, sangat luar biasa bergerak terus dalam rangka menekan inflasi dan stunting serta kemiskinan ekstrim yang sekarang menjadi prioritas utama pemerintah, baik pusat provinsi dan daerah. Sehingga, dibutuhkan adalah sinergitas antar kelembagaan, dalam pemberian bantuan untuk menekan inflasi, stunting, kemiskinan ekstrim karena berdasarkan data yang valid, bapanas memberi bantuan kepada kita kemudian bulog sebagai mitra kerja BUMN menyediakan pasokan beras telur dan lain-lain. (Diskominfo)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Tinggalkan Komentar