Pj Bupati Koltim bersama istri, menyaksikan langsung kegiatan vaksinasi Covid-19 bagi pelajar Sekolah Dasar (SD) di SDN 1 Mataiwoi Kecamatan Loea, Selasa (18/1). Foto Hasdianto.

Koltim Mulai Vaksin Usia SD

18 Januari 2022 | Admin | | 244 Kali Dilihat | 0 Komentar

Jajaran Pemda Koltim mulai melaksanakan vaksinasi pada anak usia sekolah dasar atau SD di kelompok usia 6-11 tahun.

Hal ini ditandai dengan pelaksanan vaksinasi anak usia SD yang perdana di laksanakan di SDN 1 Mataiwoi Kecamatan Loea, Selasa (18/1). Yang dihadiri langsung Pj Bupati Koltim Ir H Sulwan Aboenawas MSi bersama istri.

Menurut bupati, kegiatan ini merupakan salah satu bentuk upaya pengendalian pandemi Covid-19, yang bertujuan untuk memberikan kekebalan individu dan kelompok (herd immunity), sehingga dapat meminimalisir penularan di dalam masyarakat. Dikatakan bupati, kekebalan yang diberikan adalah kekebalan secara artifisial (buatan), yang terbagi dalam dua jenis, yaitu yang terbentuk secara alamiah dan buatan. Ia menjabarkan, kekebalan cara alamiah adalah kekebalan yang terbentuk oleh penyintas Covid-19 setelah terkonfirmasi positif.

"Jika kita hanya mengandalkan kekebalan alamiah untuk membentuk herd immunity, maka akan dibutuhkan waktu yang lama dan menelan korban jiwa yang banyak. oleh karena itu dilakukanlah vaksinasi sebagai bentuk kekebalan buatan, yang mana di Kolaka Timur ini telah dilaksanakan sejak Tanggal 1 Februari 2021," sebutnya.

Sejak dicanangkan pertama kali hingga saat ini lanjutnya, vaksinasi dilakukan dalam beberapa tahap, dimana tahap satu diberikan kepada sasaran tenaga kesehatan yang rentan terpapar, karena berpotensi terjadi kontak secara intens dengan pasien positif. Selanjutnya dilakukan tahap ii dengan sasaran pelayan publik.

Menurutnya, seiring waktu dengan dilakukannya uji klinis secara terus-menerus, maka tahap selanjutnya vaksinasi diberikan kepada masyarakat rentan termasuk kelompok lanjut usia (lansia), karena dianggap perlu dilindungi, disebabkan banyak gejala berat dan kematian dari kasus positif pada kelompok ini. Kemudian dilanjutkan kepada sasaran usia remaja dan sekolah yaitu umur 12 - 17 tahun. Dan, sasaran yang terakhir adalah kelompok umur 6-11 tahun yang dilaksanakan hari ini.

Bupati menjabarkan, di Koltim hingga akhir Tahun 2021, diberi sasaran vaksinasi dari seluruh kelompok sebanyak 95.133 orang, ditambah dengan sasaran baru kelompok anak usia 6-11 tahun sebanyak 12.213 orang, sehingga jumlah total sasaran saat ini adalah 107.346 orang.

Untuk per 16 januari 2022 lanjutnya, cakupan vaksinasi kKoltim (diluar sasaran baru) yakni, untuk dosis 1 sebanyak 69.606 orang atau 73,17 persen. Lalu dosis 2 sebanyak 36.153 orang atau 38,00 persen. Dan dosis 3  atau booster nakes sebanyak 606 orang atau 92,80% persen.

"Perlu kita ketahui bersama bahwa, pelaksanaan vaksinasi pada kelompok anak 6-11 tahun, sudah melalui uji klinis dengan nilai efikasi 96,15 persen, dengan kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) pada rentang ringan-sedang, sehingga BPOM telah mengeluarkan persetujuan penggunaan vaksin jenis Sinovac, dan kemudian diperkuat dengan keputusan Menkes RO Nomor hk.oi wimenkes/6688/2021 Tanggal 13 Desember 2021, dan angka efikasi tersebut jauh lebih tinggi dari efikasi vaksin Sinovac pada usia dewasa yaitu 65," jelas bupati

Masih kata bupati, perluasan penggunaan vaksin pada kelompok usia ini sangat dibutuhkan mengingat dua hal, yakni cukup banyak dilaporkan kasus positif dari kelompok anak-anak, dan mulai dibukanya pertemuan tatap muka di sekolah-sekolah. Sehingga dengan alasan-alasan tersebut, perlu percepatan dalam pelaksanaannya, di beberapa daerah bahkan telah melaksanakan lebih awal yaitu sejak dikeluarkannya Kep Menkes tersebut.

Tidak dapat dipungkiri masih bupati, bahwa dengan ditetapkannya sasaran baru ini, masih akan ditemukan kendala-kendala di lapangan, terutama terkait persetujuan orang tua. Oleh karena itu semua pihak yang berkepentingan khususnya dari tenaga kesehatan dan tenaga pendidik, untuk terus-menerus memberikan edukasi yang baik sehingga harapannya adalah dapat mencapai cakupan semaksimal mungkin, demi terbentuknya herd immunity yang lebih baik. 

"Saat ini kita diperhadapkan dengan varian baru dari jenis Omicron yang menurut studi lebih cepat menular dibanding varian sebelumnya. Di Indonesia sudah dilaporkan sekitar 800 lebih kasus minggu terakhir, dan Kemenkes telah perkirakan puncak kasus akan terjadi pada bulan Februari-Maret dengan kasus harian berkisar 50 ribu-70 ribu. Angka-angka ini, cukup harus membuat kita waspada namun jangan sampai membuat kita panik. Karena pada dasarnya, kunci meminimalisir penularan adalah tetap melaksanakan protokol kesehatan 5 M dan mempercepat vaksinasi. Oleh karena itu, kembali saya mengingatkan kepada kita semua agar disiplin menggunakan masker dalam kegiatan-kegiatan yang melibatkan banyak orang, dan mengajak sebanyak mungkin kerabat dan keluarga untuk vaksinasi bagi yang layak, terutama ke depannya kita juga akan melaksanakan vaksinasi dosis ke-3 (booster) bagi yang telah menerima 2 dosis lengkap lebih dari 6 bulan," tutupnya. (Diskominfo)