Perkuat Parenting Ortu Siswa, Bunda PAUD Koltim Sambangi TK Pertiwi Lara

Perkuat Parenting Ortu Siswa, Bunda PAUD Koltim Sambangi TK Pertiwi Lara

31 Mei 2023 | Admin | | 559 Kali Dilihat | 0 Komentar
Perkuat Parenting Ortu Siswa, Bunda PAUD Koltim Sambangi TK Pertiwi Lara
 
Bunda Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD Koltim, Nyonya Hartini Azis AMa, menyambangi TK Pertiwi Desa Lara Kecamatan Tirawuta, Rabu (31/5/2023) pagi.
 
Tujuan dirinya ke sekolah ini, dalam rangka parenting orang tua (ortu) siswa jenjang PAUD, dan penguatan transisi PAUD-SD. Turut hadir, Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Koltim, Herman Amin SSos MM, Bunda PAUD Kecamatan Tirawuta dan Bunda PAUD Desa Lara, Ketua IGTK Koltim.
 
Dalam kegiatan ini, sejak masuk ke lokasi kegiatan, Hartini Azis langsung menyapa dan menyalami seluruh guru, orang tua dan murid TK yang hadir. Tak hanya itu, ia juga sudah menyiapkan bingkisan kepada seluruh murid TK maupun anak-anak balita yang turut hadir.
 
Sambil dirinya mengajak dialog dengan anak-anak TK ini. Misalnya, menanyakan apakah bisa bernyanyi, menghaafal Surah Alfatihah, menghafal Pancasila dan lain sebagainya. Dari kegiatan ini, seluruh anak, orang tua dan guru Nampak menikmati momen ini.
 
Dikesempatan ini, istri Bupati Koltim ini menyampaikan sejumlah pesan kepada guru dan orang tua peserta didik, dalam mengembangkan sekolah dan memembuat anak didik menjadi seperti yang diharapkan.
 
“Terimakasih kepada seluruh guru yang telah mendidika dengan baik anak-anak kita. Saya juga berpesan, antara orang tua murid dan pihak sekolah dalam hal ini guru PAUD, harus selalu bersinergi agar anak didik kita bias lebih cerdas dan memahi dengan baik hal-hal disekelilingnya. Supaya guru-guru, tetap berada dalam kebersamaan dengan orang tua murid, dan murid itu sendiri. Didiklah dan sayangilah anak didik, seperti cara mendidik dan menyayangi anak sendiri” ucap Hartini.
 
Tak lupa, dirinya mengajak dan berpesan kepada anak-anak ini, untuk lebih semangat serta lebih rajin lagi untuk belajar, beribadah, semangat dalam menuntut ilmu, dan selalu patuh kepada orang tua dirumah dan guru-guru disekolah.
Herman Amin menyampaikan, yang melatarbelakangi Gerakan Transisi PAUD ke SD adalah, miskonsepsi pembelajaran yang masih marak terjadi di PAUD, dan satuan pendidikan jenjang pendidikan dasar kita.
 
Lanjutnya, penguatan layanan untuk anak usia dini berkualitas adalah gerakan gerakan Transisi PAUD ke SD yang menyenangkan mendukung pencapaian visi Pokja Bunda PAUD, karena anak usia Dini di PAUD akan mendapatkan pembinaan kemampuan fondasi menyeluruh dan mendapatkan proses pembelajaran yang lebih sesuai dengan kebutuhannya.
 
Penguatan karakter keluarga melalui Gerakan Transisi PAUD ke SD kata dia, yang menyenangkan mendukung pencapaian Visi TP PKK saat keluarga memahami bagaimana mendampingi anak di lingkungan keluarga dengan lebih baik sehingga kemampuan fondasi anak dapat terbangun.
 
Literasi dan numerasi lanjutnya lagi, tidak hanya sekedar perihal membaca, menulis, dan berhitung. Kemampuan literasi dan numerasi jauh lebih luas dari sekadar baca tulis hitung, dan merupakan suatu proses bertahap dan berkelanjutan yang dibangun sejak PAUD hingga SD kelas awal.
Disebutkan Herman Amin, kemampuan yang perlu dimiliki anak tidak hanya literasi numerasi, tetapi juga kematangan sosial emosional, kematangan berinteraksi, kemampuan untuk mandiri, dan kemampuan fondasi lainnya yang tidak hanya menyiapkan anak untuk sekolah, namun untuk berkegiatan sehari-hari.
Tiga target perubahan yang perlu kita capai bersama dimulai pada tahun ajaran baru nanti:
1. PPDB SD Tidak melakukan tes calistung
2. Masa Perkenalan di dua minggu pertama di tahun ajaran baru (2023) di PAUD dan SD
3. Menerapkan pembelajaran yang membangun
enam kemampuan fondasi anak (di PAUD dan
SD).
 
Gerakan Transisi PAUD ke SD yang Menyenangkan memberi kesempatan pada Peserta didik PAUD dapat terus melanjutkan prosesnya untuk mendapatkan kemampuan fondasi saat jenjang SD.
Dan, peserta didik SD yang tidak pernah mengikuti PAUD, tetap mendapatkan haknya untuk mendapatkan pembinaan kemampuan fondasi, sehingga memiliki pijakan yang kuat untuk jenjang pendidikan selanjutnya.
 
Terakhir kata Herman Amin, gerakan transisi PAUD ke SD yang menyenangkan, dan secara lebih menyeluruh untuk peningkatan kualitas pendidikan dan perkembangan anak-anak kita sebagai generasi penerus bangsa Indonesia. (Diskominfo)
 

Tinggalkan Komentar