Musrenbang Tingkat Kecamatan Tahun Perencanaan 2027, Pemkab Koltim Perkuat Transformasi Menuju Wilayah Agroindustri

24 Februari 2026 | Sukrianto | | 9 Kali Dilihat | 0 Komentar
Kolaka Timur – Pemerintah Daerah Kabupaten Kolaka Timur(Pemda Koltim) melaksanakan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kecamatan Tahun Perencanaan 2027 untuk wilayah Kecamatan Lalolae, Kecamatan Mowewe, dan Kecamatan Tinondo. Bertempat di Kecamatan Lalolae, Senin (23/02/2026).
 
Kegiatan ini dipusatkan di Kecamatan Lalolae sebagai bagian dari rangkaian perencanaan pembangunan daerah tahun 2027. Musrenbang ini mengusung tema: “Penguatan Pondasi dan Struktur Transformasi Pembangunan Menuju Kolaka Timur Sebagai Wilayah Agroindustri.”
 
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Plt. Bupati Koltim H. Yosep Sahaka S.Pd., M.Pd, Unsur Forkopimda Koltim, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, unsur Forkopimcam, para kepala desa, tokoh masyarakat, serta perwakilan masyarakat dari tiga kecamatan.
 
Dalam sambutannya, Plt. Bupati Koltim menegaskan bahwa Musrenbang merupakan forum strategis dalam menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan arah kebijakan pembangunan daerah. Transformasi pembangunan diarahkan pada penguatan sektor pertanian berbasis agroindustri guna meningkatkan nilai tambah serta kesejahteraan masyarakat.
 
“Perencanaan pembangunan harus dimulai dari bawah, dari kebutuhan nyata masyarakat. Kita ingin memastikan setiap program yang dirancang benar-benar menjawab kebutuhan daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal,” ujar Yosep Sahaka.
 
Lebih lanjut disampaikan bahwa penguatan infrastruktur dasar, peningkatan konektivitas antarwilayah, serta pengembangan komoditas unggulan di masing-masing kecamatan menjadi prioritas dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.
 
Melalui pelaksanaan Musrenbang ini, Pemda Koltim menegaskan komitmennya dalam mewujudkan perencanaan pembangunan yang partisipatif, terarah, dan berkelanjutan, demi tercapainya visi Kolaka Timur sebagai wilayah agroindustri yang maju, mandiri, dan berdaya saing di Sulawesi Tenggara. (Diskominfo)

Tinggalkan Komentar