Pj Bupati Koltim melihat langsung proses kontrasepsi pemasangan tubektomi kepada salah satu masyarakat, yang bertempat di RSUD Koltim, Jumat (5/8).

Bupati: Konstrasepsi Meningkatkan Kesertaan Ber-KB

05 Agustus 2022 | Admin | | 154 Kali Dilihat | 0 Komentar

Pj Bupati Koltim Ir H Sulwan Aboenawas MSi menyampaikan, jika pemasangan kontrasepsi dapat meningkatkan kesadaran mewujudkan keluarge berencana atau KB di Koltim.

Hal ini disampaikan bupati saat membuka pelayanan KB Kontrasepsi Mantap Metode Mow (Metode Operasi Wanita yang bertempat di RSUD Koltim, Jumat (5/8)

Dikatakannya, penduduk merupakan titik sentral dalam pembangunan berkelanjutan, sehingga program program berbasis kependudukan harus dilaksanakan secara terencana disegala bidang untuk menciptakan pembangunan ideal antara perkembangan kependudukan dengan daya dukung dan saya tampung lingkungan serta memenuhi kebutuhan generasi sekarang tanpa harus mengurangi kemampuan dan kebutuhan generasi mendatang.

“Kemudian salah satu kegiatan dari program pembangunan keluarga, kependudukan dan keluarga berencana atau bangga kencana adalah pelayanan kontrasepsi, dengan kegiatan pelayanan ini diharapkan dapat meningkatkan kesertaan ber-KB di Kabupaten Kolaka Timur,” ucapnya.

Lanjutnya, diantara pelayanan kesehatan yang dibutuhkan oleh masyarakat, pelayanan kontrasepsi memiliki berbagai tantangan, tantangan yang dimaksud tingkat keterpaparan informasi kontrasepsi kepada masyarakat, kemampuan masyarakat untuk mendapatkan akses pelayanan kontrasepsi, ketersediaan petugas media tersebut berikut kapasitas tenaga penyuluh lapangan serta tingkat pemenuhan kebutuhan pelayanan kontrasepsi.

Lanjutnya, capaian pelayanan KB Koltim per Juni 2022 telah mencapai angka 58 persen. Dan pada hari ini, kembali akan dimulai pelayanan KB dengan metode NKJP tubektomi kepada tujuh orang akseptor, sehingga dapat kembali meningkatkan capaian pelayanan KB di Koltim. Olehnya itu, apresiasi setinggi tingginya kepada semua pihak sehingga pelaksanaan pelayanan KB khususnya dengan metode MKJP tubektomi ini dapat dilaksanakan.

“Selain itu pula, saya berharap agar pelayanan kontrasepsi dapat ditingkatkan kualitasnya kepada masyarakat. Sebab, pelayanan kontrasepsi yang paripurna akan memberikan manfaat dalam hal mengatur jarak kehamilan, mempromosikan penyusuan bayi yang optimal, serta perencanaan masa depan keluarga yang lebih baik,” tutunya sembari meninjau langsung proses tubektomi. (Diskominfo)