Bupati menyapa petani, yang mulai ia laksanakan di Kecamatan Lambandia Senin, (16/5). Foto: Arif Burhanudin

Bupati Mulai Laksanakan Program Sapa Petani

17 Mei 2022 | Admin | | 216 Kali Dilihat | 0 Komentar

Komitmen Pj Bupati Koltim Ir Hj Sulwan Aboenawas MSi untuk meneruskan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Koltim sebelumnya yakni SBM, mulai dilaksanakan.

Salah satunya program bupati menyapa petani, yang mulai ia laksanakan di Kecamatan Lambandia Senin, (16/5). Dalam acara ini, selain dihadiri ratusan masyarakat, ia juga didampingi Ketua DPRD Koltim, para pimpinan OPD dan pengurus Lembaga Ekonomi Masyarakat (LEM) se-Koltim.

Dalam sambutannya, bupati menyampaikan jika  kegiatan ini merupakan bagian dari visi misi pPemda Koltim Periode 2021-2026 yaitu "sejahtera bersama masyarakat Kolaka Timur yang agamis, maju, mandirI, dan  berkeadilan.

Disebutkannya, peningkatan ekonomi masyarakat dan produktivitas pertanian, perkebunan, penguatan UMKM, koperasi dan pelaku usaha, merupakan salah satu misi yang harus direalisasikan, melalui Dinas Perkebunan Dan Hortikultura yang merupakan salah satu leading dalam mewujudkan misi tersebut, sebagai perpanjangan tangan dari Pemda Koltim.

Lanjutnya, untuk Kecamatan Dangia, Aere, Lambandia, dan Tinondo memiliki potensi perkebunan yang cukup luas sehingga merupakan daerah pusat pengembangan komoditi kakao dan beberapa jenis komoditi lainnya, baik komoditi unggulan nasional maupun komoditi unggulan local. Adapun sasaran pengembangan perkebunan adalah untuk mengembalikan kejayaan tanaman kakao yang merupakan ikon komoditi andalan local Koltim melalui, pertama pemberdayaan masyarakat petani agar mampu meningkatkan produksi komoditi perkebunan dan hortikultura, kemudian penumbuhan petani milenial, lalu penguatan kelembagaan petani, terus pengembangan kelembagaan (pengolahan hasil, pemasaran dan penyedia jasa), serta pengembangan iklim investasi yang kondusif.

Pemda Koltim melalui dinas terkait masih kata bupati, telah melakukan berbagai jenis kegiatan dalam rangka melaksanakan kegiatan pengembangan serta pembangunan sektor perkebunan dalam arti luas sebagai wujud implementasi dari visi-misi Pemda Koltim periode 2021-2026. Dari hasil identifikasi tersebut, kendala yang dihadapi petani saat ini adalah, keterbatasan sarana dan prasarana produksi perkebunan, lalu belum optimalnya pemanfaatan sumber daya punyai alam, kemudian umumnya masyarakat di pedesaan pendidikan, pengetahuan dan keterampilan yang relative masih rendah sehingga kegiatan usaha pertanian yang dilakukan sebagian besar masih secara konvensional dan sifatnya subsistem, dan keempat produktivitas komoditi unggulan kakao ditingkat petani relativ rendah yang disebabkan oleh serangan hama dan penyakit, pengelolahan tanaman yang belum sempurna, penanganan pasca panen yang kurang baik

Untuk itu lanjutnya, menyikapI permasalahan atau kendala yang dihadapi petani, maka Pemda Koltim melalui Dinas Perkebunan dan Hortikultura memberikan program bantuan dari berbagai bidang baik itu komoditi perkebunan maupun komoditi hortikultura dan tentunya untuk mendukung kegiatan tersebut, pemerintah daerah juga memberikan program kegiatan sarana dan prasarana pendukung berupa lahan produksi, pupuk organik serta alat pasca panen tanaman perkebunan melalui dana APBD Koltim.

Hal ini kata bupati, Koltim merupakan salah satu wilayah sentra pengembangan perkebunan, baik itu komoditi unggulan nasional maupun komoditi unggulan lokal yang memiliki area sangat luas pada beberapa kecamatan, seperti : kakao 61.440 ha, kelapa dalam 2.432 ha, lada 2.984 ha, pala 31,75 ha, cengkeh 2. 471 ha, dan juga tanaman hortikultura yang setiap tahunnya mengalami peningkatan luas tanam seperti tanaman bawang merah 2 ha, tomat 76 ha, cabai rawit 63 ha dan cabai besar 42 ha.

“Dengan potensi lahan perkebunan yang cukup luas, serta motivasi yang tinggi dari petani sehingga Kementerian Pertanian RI melalui Dirjen Perkebunan menunjuk Kabupaten Kolaka Timur sebagai salah satu daerah penempatan lokasi kegiatan icare yang akan berjalan selama 5 tahun dengan target luasan 1.000 ha untuk kegiatan untuk intensifikasi dan peremajaan tanaman kakao. potensi lahan yang sangat luas menjadi peluang yang sangat resar untuk dapat dimanfaatkan guna membangun serta mengembangkan sektor perkebunan yang berdaya saing,” jelasnya.

Pengembangan dan pembangunan perkebunan kata dia, bukan hanya merupakan tanggungjawab pemerintah daerah semata, akan tetapi sangat dibutuhkan keterlibatan lembaga-lembaga ekonomi yang telah tumbuh dan berkembang ditengah-tengah mas'yarakat. Seperti halnya LEM Sejahtera yang telah menjadi lokomotif penggerak ekonomi pedesaan.

“Untuk itu, saya mengajak kepada seluruh elemen masyarakat khususnyaLEM Sejahtera sebagai wadah perkumpulan petani, dapat memberikan dampak positif terhadap kegiatan perekonomianas masyarakat, demi tercapainya kesejahteraan Kolaka Timur yang berkeadilan,” tutupnya. (Diskominfo)