Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Kolaka Timur (Koltim) yang dipimpin langsung oleh Plt. Bupati Koltim H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd. menghadiri kegiatan Upacara Memungkah, Ngenteg Linggih, Ngusaba Desa, Mapahayu Nini serta Tawur Manca Sanak Agung yang dilaksanakan oleh Desa Adat Udaya Giri, Desa Wia-Wia, Kecamatan Poli-Polia, Kamis (26/03/2026).
Kegiatan tersebut merupakan rangkaian upacara keagamaan umat Hindu yang dilaksanakan di Pura Udaya Giri dan beberapa pura lainnya di wilayah Desa Wia-Wia. Upacara Memungkah dan Ngenteg Linggih merupakan upacara penyucian dan pemelaspasan pura, sementara Ngusaba Desa dan Mapahayu Nini merupakan wujud rasa syukur serta permohonan keselamatan, kesejahteraan, dan keharmonisan bagi seluruh masyarakat desa.
Rangkaian kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pelaksanaan Tawur Manca Sanak Agung sebagai bagian dari upacara Bhuta Yadnya dalam menjaga keseimbangan alam dan kehidupan masyarakat. Selain itu, turut dilaksanakan pula Upacara Mosehe sebagai bentuk kolaborasi kearifan lokal antara budaya Bali dan adat Tolaki dalam menjaga keharmonisan dan kesucian wilayah.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Pemerintah Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali yang diwakili oleh Asisten III I Nyoman Gede Gunawan bersama Pimpinan DPRD Tabanan I Putu Eka Putra Nur Cahyadi. Hadir pula Anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara Hartini Azis, A.Ma, Ketua DPRD Koltim Hj. Jumhani, S.Pd., M.Si, Ketua DPRD Konawe, Ketua DPRD Kolaka, Wakapolres Koltim, Wakil Ketua DPRD Koltim, para Ketua Komisi dan Anggota DPRD Koltim, para Staf Ahli Bupati para Asisten SETDA Koltim, Pimpinan OPD Koltim dan Kolaka, para Kepala Bagian Setda Koltim, Unsur TNI/Polri, para Camat, serta Kepala Desa.

Selain itu, turut hadir Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Pembimas Hindu, Parisada tingkat kecamatan dan desa se-Kabupaten Koltim, tokoh masyarakat serta Umat Hindu yang ada di Kecamatan Poli-Polia maupun dari luar kecamatan.
Kegiatan ini juga dihadiri oleh Ketua Adat Tolaki Kelurahan Poli-Polia, para Ida Pandita dan Jero Mangku, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta seluruh krama Desa Adat Udaya Giri.
Dalam kesempatan tersebut, Plt. Bupati Koltim H. Yosep Sahaka, S.Pd., M.Pd. menyampaikan bahwa pelaksanaan upacara ini merupakan wujud nyata sraddha dan bhakti umat kepada Tuhan Yang Maha Esa, sekaligus mencerminkan keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, sesama manusia, serta dengan alam lingkungan.
“Upacara suci ini juga mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan, gotong royong, serta komitmen masyarakat dalam menjaga dan melestarikan adat istiadat dan budaya leluhur yang adi luhung,” ujarnya.

Plt. Bupati Koltim juga memberikan apresiasi dan penghargaan kepada seluruh panitia, para Ida Pandita, Jero Mangku, serta seluruh krama Desa Adat Udaya Giri yang telah melaksanakan rangkaian kegiatan dengan penuh tanggung jawab.
Lebih lanjut, Pemda Koltim terus berkomitmen untuk mendukung kegiatan keagamaan dan adat sebagai bagian dari pelestarian budaya serta penguatan karakter masyarakat.
Dalam sambutannya, H. Yosep Sahaka juga menyampaikan bahwa hingga akhir tahun 2025, jumlah umat Hindu di Kabupaten Kolaka Timur mencapai kurang lebih 12.000 jiwa yang tersebar di hampir 6 kecamatan. Kehadiran masyarakat transmigrasi asal Bali dinilai memberikan kontribusi besar dalam sektor pertanian, ekonomi, dan pendidikan.
“Melalui momentum ini, kami mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kerukunan, mempererat persatuan, serta menjadikan nilai-nilai adat dan keagamaan sebagai fondasi dalam membangun kehidupan yang harmonis, damai, dan sejahtera,” tambahnya.
Pemda Koltim juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran perwakilan Pemerintah Kabupaten Tabanan serta berharap hubungan silaturahmi dan kerja sama antar daerah dapat terus terjalin dan ditingkatkan.
Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata kerukunan umat beragama di Kabupaten Kolaka Timur serta komitmen bersama dalam menjaga kelestarian adat dan budaya sebagai bagian dari pembangunan daerah yang harmonis dan berbudaya. (Diskominfo)